Bengkulu bukan cuma soal Pantai Panjang atau benteng peninggalan Inggris. Bagi saya yang sudah beberapa kali bolak-balik ke kota ini, daya tarik utamanya justru ada di meja makan. Aroma daun suji, rasa gurih ikan laut, dan pedasnya sambal khas daerah ini punya karakter yang susah ditemukan di tempat lain. Kalau Anda baru pertama kali ke sini atau sekadar mampir dalam perjalanan, jangan pulang tanpa enam barang ini.
1. Kue Tat Biji Ketapang
Kue kering ini bukan sembarang kue. Bentuknya menyerupai biji ketapang—kecil, gepeng, dan renyah. Bedanya, kue tat versi Bengkulu punya rasa manis legit dengan aroma daun suji yang kuat. Saya biasa beli di Toko Kue Tat Murni di Jalan S. Parman, dekat Pasar Minggu. Satu toples ukuran setengah kilogram dibanderol Rp35.000 sampai Rp45.000 tergantung varian rasa—original, cokelat, atau keju.
Tips: Pilih yang kemasan toples plastik, bukan kertas. Kuenya lebih awet sampai dua minggu di suhu ruang.
2. Lema (Lemang Tapai)
Lema adalah perpaduan lemang—beras ketan yang dimasak dalam bambu—dengan tapai (tape) singkong. Teksturnya lengket, rasanya asam-manis-fermentasi. Penduduk lokal biasa memakannya sebagai pengganti nasi saat sarapan. Saya menemukan versi terenak di kios dekat Simpang Empat, Jalan Ahmad Yani. Satu batang bambu ukuran 15 sentimeter dihargai Rp8.000. Beli minimal lima batang, biasanya dapat diskon.
Perhatian: Lema cepat basi jika tidak disimpan di kulkas. Maksimal tahan dua hari di suhu ruang. Bawa langsung ke hotel dan simpan di chiller.
3. Ikan Asin Gulamo
Ikan asin khas Bengkulu ini berbeda dari ikan asin Jawa. Gulamo dibuat dari ikan laut kecil yang diasinkan lalu dijemur di bawah sinar matahari langsung—bukan di oven. Hasilnya: tekstur kering di luar tapi masih kenyal di dalam. Satu kilogram gulamo kualitas super di Pasar Panorama berkisar Rp60.000 hingga Rp80.000. Pilih yang warnanya kuning keemasan, bukan putih pucat. Itu tanda kadar garam pas dan pengeringan sempurna.
Cara masak: Goreng kering dengan api kecil sampai cokelat keemasan. Sajikan dengan sambal terasi dan nasi hangat.
4. Kue Pais
Pais adalah kue basah berbahan dasar tepung beras, santan, dan gula merah, dibungkus daun pisang lalu dikukus. Aroma daun pisangnya meresap ke dalam adonan. Saya paling suka pais isi pisang—manisnya pas, tidak bikin enek. Penjualnya banyak di Pasar Tradisional Panorama, lantai dasar bagian kue basah. Satu bungkus ukuran telapak tangan cuma Rp5.000. Beli sepuluh bungkus, cukup untuk oleh-oleh keluarga besar.
Catatan: Kue pais hanya tahan satu hari. Beli di pagi hari, bawa langsung ke tempat tujuan.
5. Dodol Srikaya Bengkulu
Dodol srikaya khas Bengkulu beda dengan dodol Betawi atau Palembang. Teksturnya lebih lembut, nyaris seperti selai padat, dengan rasa manis telur dan santan yang dominan. Warna hijaunya alami dari daun pandan dan daun suji, bukan pewarna buatan. Satu stoples 250 gram di Toko Kue Tat Murni atau oleh-oleh Sinar Pagi di Jalan Merdeka seharga Rp25.000. Varian rasa durian juga ada, tapi stoknya terbatas.
Tips penyimpanan: Buka tutup stoples sebentar sebelum disajikan. Dodol bisa mengeluarkan uap air jika langsung ditutup rapat setelah dibeli.
6. Keripik Talas Pedas Daun Jeruk
Keripik talas biasa memang gurih. Tapi versi Bengkulu menambahkan daun jeruk purut dan cabai rawit kering yang ditumbuk kasar. Rasanya gurih, pedas, dan sedikit getir—kombinasi yang bikin ketagihan. Saya beli di UMKM Bunda Sri, Jalan S. Parman Gang Mawar. Satu bungkus 200 gram Rp15.000. Pilih yang kemasan ziplock, lebih renyah dan tahan lama.
Peringatan: Level pedasnya bervariasi. Tanya penjual dulu soal level kepedasan. Ada versi “biasa” dan “ekstra pedas” yang bisa membuat keringat dingin.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah oleh-oleh ini bisa dibawa naik pesawat?
Semua oleh-oleh di atas aman dibawa dalam kabin atau bagasi. Kue tat, dodol, dan keripik talas tidak mengandung cairan. Lema dan kue pais sebaiknya dimasukkan dalam bagasi tercatat untuk menghindari bau.
Di mana tempat belanja oleh-oleh yang terpercaya di Bengkulu?
Pasar Panorama dan toko oleh-oleh Sinar Pagi di Jalan Merdeka adalah tempat paling tepercaya. Harga lebih murah dibandingkan toko di bandara atau pusat perbelanjaan.
Berapa lama oleh-oleh ini tahan?
Kue tat dan dodol kering tahan 2–4 minggu. Keripik talas tahan 2 minggu. Lema dan kue pais maksimal 2 hari di suhu ruang, 5 hari di kulkas.
Apada ada oleh-oleh khas Bengkulu yang halal?
Semua oleh-oleh di atas halal. Bahan dasar kue tat, pais, dan dodol tidak mengandung babi atau alkohol. Pastikan bertanya langsung ke penjual untuk kepastian.
Bisa beli online?
Beberapa UMKM seperti Bunda Sri dan Toko Murni sudah melayani pesanan via WhatsApp. Ongkos kirim ke luar Bengkulu biasanya Rp20.000–Rp50.000 tergantung berat dan jarak.
Bengkulu mungkin kecil di peta, tapi rasa oleh-olehnya besar di lidah. Dari kue tat yang legit hingga keripik talas yang pedas, semuanya punya cerita. Jangan lupa cicipi sendiri sebelum memutuskan untuk membeli—penjual biasanya kasih sampel gratis. Selamat berburu oleh-oleh.