BENGKULU — Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi berencana menyuntikkan modal segar Rp7 miliar ke BPRS Fadhilah secara bertahap. Rencana ini diumumkan usai dirinya memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bank syariah milik daerah tersebut pada Jumat (10/7/2026).
“Saya sebagai walikota tentu ingin bank ini menjadi lebih besar. Ketika perusahaan ini maju dan keuntungannya besar, gaji teman-teman bisa dinaikkan dan teman-teman juga akan mendapatkan bonus,” ujar Dedy dalam sambutannya di hadapan karyawan BPRS Fadhilah.
Tambahan Modal Bertahap, Mulai Rp3 Miliar
Dedy menjelaskan, suntikan modal Rp7 miliar itu kemungkinan akan direalisasikan secara bertahap. Tahap awal yang disiapkan adalah sebesar Rp3 miliar. Saat ini, usulan penambahan modal untuk BPRS Fadhilah dan Bank Bengkulu sedang dibahas bersama DPRD Kota Bengkulu.
“Insya Allah saya sudah berkomitmen menambah modal di Bank Fadhilah dan juga Bank Bengkulu. Saat ini sedang digodok di DPR dan dalam waktu dekat kami berharap anggota DPR membantu agar bank ini semakin besar sehingga ekonomi daerah juga ikut tumbuh,” jelasnya.
Dewan Pengawas Syariah Baru Diangkat
RUPS yang berlangsung di kantor pusat BPRS Fadhilah itu juga menetapkan anggota baru Dewan Pengawas Syariah (DPS). Muhammad Dharma Setiadi resmi ditunjuk untuk mendampingi Ketua DPS, Prof. Rohimin.
“Hari ini kita RUPS untuk penetapan anggota Dewan Pengawas Syariah, Bapak Muhammad Dharma Setiadi. Beliau akan mendampingi Prof. Rohimin, ulama kita, guru kita, untuk mengawasi bank ini,” kata Dedy.
Penetapan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan seluruh operasional BPRS Fadhilah tetap berjalan sesuai prinsip syariah. Rapat tersebut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, Komisaris Utama Deddy Intansyah Ekaputra, Direktur Utama Dendy Prasetya, dan jajaran manajemen.
Top BUMD Award 2026 Jadi Bukti Kinerja
Pada kesempatan yang sama, Walikota Dedy Wahyudi menerima piagam penghargaan Top BUMD Award 2026 yang diserahkan langsung oleh Direktur Utama BPRS Fadhilah, Dendy Prasetya. Penghargaan ini menjadi pengakuan nasional atas tata kelola dan kinerja BPRS Fadhilah sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Top BUMD itu dinilai oleh pusat dengan standar khusus terhadap BUMD di seluruh Indonesia. Ini menandakan proses penilaiannya sangat fair. Ini prestasi kita semua,” ungkap Dedy.
Persaingan Ketat, Soliditas Jadi Kunci
Usai RUPS, Dedy mengumpulkan seluruh karyawan BPRS Fadhilah untuk memberi motivasi. Ia mengingatkan bahwa tantangan dunia perbankan saat ini berat dengan banyaknya lembaga keuangan yang menawarkan beragam produk. Menurutnya, BPRS Fadhilah mampu bersaing jika seluruh jajaran solid dan terus berinovasi.
“Hari ini kompetisinya begitu berat. Bank-bank lain terus tumbuh dengan menawarkan banyak produk. Tapi kalau keinginan kita kuat dan semuanya solid, insya Allah tidak ada yang tidak bisa. Bank ini adalah kebanggaan Kota Bengkulu,” pungkas Dedy.