BENGKULU SELATAN — Dari sejumlah fasilitas pengolahan sampah berbasis lingkungan di Kabupaten Bengkulu Selatan, hanya TPS 3R Desa Jeranglah Rendah yang saat ini menunjukkan ritme operasional konsisten. Fasilitas serupa, seperti TPS 3R Kutau, masih terkendala tahap renovasi fisik sehingga belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Pengolahan Sampah Capai 2,5 Ton per Bulan
Tiara mengungkapkan, dalam kurun satu bulan terakhir pasca-aktif kembali, TPS 3R Jeranglah Rendah sukses memproses sampah rumah tangga dengan volume 2 sampai 2,5 ton. Proses pemilahan antara sampah organik dan nonorganik telah berjalan, menjadikannya satu-satunya unit yang benar-benar berfungsi di wilayah tersebut.
“Pengurangan sampah dari sumber saat ini hanya dilakukan melalui TPS 3R dan para pengepul. Untuk TPS yang berfungsi saat ini baru TPS 3R Jeranglah Rendah yang sudah melakukan pemilahan sampah organik dan nonorganik,” ujar Tiara, Minggu (12/7/2026).
Mesin Pencacah Plastik Jadi Kebutuhan Mendesak
Meski mampu mengolah limbah rumah tangga, pengelola TPS 3R Jeranglah Rendah masih menghadapi kendala teknis paling berat: penumpukan limbah anorganik, khususnya plastik. Untuk mengatasinya, pihak pengelola telah melayangkan proposal pengajuan bantuan alat mesin pencacah sampah ke DLHK.
“Kami sudah meminta dukungan untuk TPS 3R Jeranglah Rendah. Mereka masih terkendala mesin pencacah sampah plastik, sehingga kami berharap usulan bantuan tersebut dapat segera direalisasikan,” kata Tiara.
DLHK Dorong Penguatan Anggaran ke TAPD
Di sisi lain, jajaran DLHK Bengkulu Selatan tidak hanya fokus pada bantuan alat. Tiara menegaskan bahwa pihaknya juga tengah memperjuangkan penguatan pos anggaran kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menopang kebutuhan operasional di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Menurutnya, sokongan finansial dari pemda sangat krusial agar rantai tata kelola kebersihan berjalan paripurna—mulai dari pemilahan awal di tingkat desa hingga pemusnahan akhir di TPA.
“Dengan dukungan sarana dan anggaran yang memadai, kami berharap sistem pengelolaan sampah di Bengkulu Selatan semakin baik dan volume sampah yang masuk ke TPA dapat terus berkurang,” pungkas Tiara.