BENGKULU — Pemerintah Provinsi Bengkulu tidak lagi memandang koperasi sekadar sebagai usaha simpan pinjam tradisional. Dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menegaskan bahwa lembaga ekonomi kerakyatan ini harus bertransformasi total.
"Saya mengajak seluruh insan koperasi di Provinsi Bengkulu untuk terus memperkuat semangat kebersamaan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperluas kemitraan, memanfaatkan teknologi digital dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota," kata Herwan Antoni.
Empat Pilar Modernisasi Koperasi
Pemprov Bengkulu memfokuskan penguatan koperasi pada empat aspek utama. Pertama, pembinaan kelembagaan agar tata kelola koperasi lebih transparan dan profesional. Kedua, peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan dan pendampingan bagi pengurus dan anggota. Ketiga, akses pembiayaan dan pemasaran yang selama ini menjadi kendala klasik koperasi kecil. Keempat, digitalisasi sistem agar koperasi bisa menjangkau lebih banyak anggota dan mempermudah transaksi.
Koperasi Harus Jawab Tantangan Zaman
Herwan menekankan bahwa koperasi yang dibangun di atas asas kekeluargaan dan gotong royong justru harus menjadi yang terdepan dalam adaptasi teknologi. Menurutnya, semangat kebersamaan tidak boleh menjadi alasan untuk stagnan.
"Koperasi merupakan kekuatan ekonomi yang dibangun atas asas kekeluargaan, gotong royong, kebersamaan dan kemandirian sehingga harus mampu menjawab tantangan perkembangan zaman," ujarnya.
Rangkaian Harkopnas: dari Senam hingga Santunan Anak Yatim
Peringatan Harkopnas ke-79 di Bengkulu tidak hanya diisi dengan forum dan pidato. Pemprov menggelar senam jantung sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga festival kuliner UMKM yang melibatkan pelaku koperasi. Lomba burung berkicau juga digelar sebagai ajang silaturahmi antarpegiat koperasi.
Di momen yang sama, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu menyalurkan santunan kepada 110 anak yatim dari enam panti asuhan. Langkah ini sekaligus menegaskan peran sosial koperasi yang tidak bisa dipisahkan dari ekonomi.
Dampak bagi UMKM dan Ekonomi Warga
Pemprov Bengkulu berkomitmen mendukung pengembangan koperasi dan UMKM melalui kebijakan yang diarahkan pada penguatan kelembagaan. Pemerintah daerah juga memfasilitasi akses pembiayaan, pemasaran, digitalisasi, hingga penguatan jejaring kemitraan. Harapannya, koperasi bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Bengkulu yang lebih tangguh.