BENGKULU — Ratusan warga mengeluhkan sejumlah proyek pembangunan yang molor akibat lonjakan harga material. H. Suharto, politisi Fraksi Gerindra yang turun langsung dalam reses, menyebut pekerjaan masih menunggu proses adendum antara kontraktor pelaksana dan pihak ketiga.
“Kami berharap administrasi segera rampung agar proyek yang sudah direncanakan bisa kembali berjalan,” ujarnya di hadapan konstituen, Kamis (16/7/2026).
Lahan Kosong Disulap Jadi Usaha Warga
Di luar soal infrastruktur, Suharto mengapresiasi inisiatif warga yang mengubah lahan kosong menjadi lokasi usaha. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kreativitas yang perlu didukung pemerintah desa dan kecamatan.
Ia mendorong agar izin pengelolaan diberikan secara tertib dan sesuai aturan. Menurutnya, ekonomi keluarga bisa menggeliat jika lahan tidur produktif dimanfaatkan secara legal.
Dukung Tindak Tegas Geng Motor dan Kendaraan Bodong
Suharto juga menyoroti keresahan warga akibat ulah geng motor yang belakangan kian meresahkan. Ia menegaskan dukungan penuh terhadap langkah Polda Bengkulu dalam memberantas kelompok tersebut.
“Sesuai arahan aparat penegak hukum, geng motor memang harus ditindak tegas demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat agar tertib berlalu lintas. Jika ada kendaraan bodong yang digunakan untuk meresahkan masyarakat, kami mendukung aparat kepolisian menindak sesuai tugas, kewenangan, dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Politisi itu pun memastikan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi warga di DPRD Provinsi Bengkulu. Ia juga mendukung penegakan hukum yang profesional sesuai standar operasional prosedur (SOP).