BENGKULU — Jenazah M Fahri Maulana akhirnya dievakuasi tim SAR gabungan dari kawah Gunung Slamet, Jawa Tengah. Korban yang dilaporkan terjatuh saat pendakian itu kini berada di basecamp untuk pemeriksaan lanjutan.
Medan Ekstrem Jadi Kendala Utama Evakuasi
Proses evakuasi berjalan tidak mudah. Tim menembus medan berbatu dan curam di sekitar bibir kawah yang masih menyimpan potensi bahaya. Petugas bekerja ekstra hati-hati saat mengangkat dan membawa turun jenazah.
Evakuasi baru rampung setelah cuaca dan visibilitas dianggap mendukung. Sebelumnya, upaya penurunan jenazah sempat terhambat kabut tebal yang kerap menyelimuti puncak pada siang hari.
Identifikasi dan Prosedur Penanganan Jenazah
Setibanya di basecamp, jenazah M Fahri Maulana diserahkan kepada tim medis dan kepolisian setempat. Pemeriksaan awal dilakukan untuk keperluan identifikasi serta penyelidikan penyebab pasti jatuhnya korban.
Pihak SAR memastikan proses evakuasi mengikuti prosedur standar penanganan kecelakaan pendakian. Koordinasi dengan keluarga korban pun telah dilakukan untuk mempersiapkan proses pemulangan jenazah.
Imbauan Keselamatan Pendakian Gunung Slamet
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko pendakian Gunung Slamet, terutama jalur menuju puncak yang didominasi pasir dan bebatuan lepas. Pendaki diimbau mematuhi aturan jalur yang ditentukan dan tidak memaksakan diri jika kondisi fisik tidak prima.
Pengecekan cuaca secara berkala dan penggunaan perlengkapan keselamatan standar menjadi faktor krusial yang kerap diabaikan. Otoritas pengelola taman wisata alam juga diharapkan memperketat pengawasan terhadap pendaki yang nekat melanggar zona terlarang di area kawah.