Pencarian

Ekspor BYD Melonjak 67,8 Persen Saat Penjualan Domestik Melemah di Semester I 2026

Rabu, 02 September 2026 • 19:08:31 WIB
Ekspor BYD Melonjak 67,8 Persen Saat Penjualan Domestik Melemah di Semester I 2026
Ekspor kendaraan BYD ke luar China tercatat melonjak 67,8 persen pada semester I 2026, sementara penjualan domestik melemah.

BENGKULULaporan keuangan yang dipublikasikan BYD menunjukkan pendapatan grup turun 7,13 persen menjadi 344,82 miliar yuan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham perusahaan juga terkoreksi cukup dalam, merosot 20,54 persen menjadi 12,33 miliar yuan.

Koreksi ini terutama berasal dari segmen otomotif yang terkontraksi 8,98 persen, membukukan pendapatan 275,34 miliar yuan. Angka tersebut masih berkontribusi dominan terhadap total pendapatan grup dengan porsi 79,85 persen.

Mengapa Penjualan Domestik Justru Turun?

Penurunan pendapatan dari bisnis inti itu sejalan dengan melemahnya angka penjualan kendaraan secara total. BYD hanya mampu mencatatkan distribusi sebanyak 1.808.511 unit sepanjang semester pertama, atau turun 15,72 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pelemahan di pasar domestik China disebut menjadi faktor utama. Di sisi lain, fluktuasi nilai tukar mata uang asing juga memberikan tekanan tambahan terhadap laba bersih perusahaan akibat kerugian kurs.

Ekspor dan Merek Premium Jadi Penopang Utama

Cerita berbeda justru datang dari lini ekspor. Pengiriman kendaraan ke luar China melonjak 67,8 persen menjadi sekitar 792 ribu unit pada paruh pertama tahun ini, memberikan kompensasi atas lesunya permintaan dalam negeri.

Kontribusi merek-merek premium di bawah naungan grup—Denza, Fang Cheng Bao, dan Yangwang—juga meningkat. Penjualan gabungan ketiga merek ini tumbuh 61 persen dan pangsa pasarnya terhadap total penjualan kendaraan penumpang grup kini mencapai 12,8 persen.

Belanja Riset Tetap Deras meski Laba Tergerus

Di tengah tekanan profitabilitas, BYD tidak mengurangi laju investasi penelitian dan pengembangan (R&D). Realisasi belanja R&D pada semester pertama mencapai sekitar 28,9 miliar yuan, nominal yang setara dengan 2,3 kali lipat laba bersih perusahaan pada periode yang sama.

Secara akumulasi, total investasi riset BYD telah menembus angka 270 miliar yuan. Komitmen ini menunjukkan prioritas jangka panjang perusahaan terhadap pengembangan teknologi di tengah siklus bisnis yang sedang melambat.

Awalan Semester Kedua Mulai Membaik

Performa penjualan menunjukkan sinyal pemulihan di awal paruh kedua tahun ini. Pada Juli, BYD membukukan penjualan sebanyak 419.211 unit, naik 21,76 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu sekaligus menandai pertumbuhan tiga bulan beruntun.

Volume pengiriman kendaraan penumpang dan truk pikap ke pasar internasional juga mencetak rekor baru pada Juli dengan total 179.841 unit atau melesat 124,3 persen secara tahunan.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks