KEPAHIANG — Foto profil WhatsApp Bupati Kepahiang Zurdi Nata belakangan menjadi perbincangan warganet. Bukan foto keluarga atau pemandangan, pria yang menjabat sebagai orang nomor satu di Kabupaten Kepahiang itu justru memasang gambar berisi tulisan tegas: “STOP! Bupati tidak melayani sumbangan, proposal atau pemberian dalam bentuk apapun.”
Dalam unggahan tersebut, ia juga menambahkan ajakan untuk mendukung gerakan anti pungutan liar (pungli) dan menjaga integritas daerah. Langkah ini diakui Zurdi sebagai bentuk keputusasaan atas banyaknya proposal yang masuk, baik secara langsung maupun melalui pesan daring.
“Pusing Saya” — Alasan di Balik Sikap Tegas Zurdi
Zurdi Nata mengaku kewalahan menghadapi permintaan bantuan yang terus berdatangan di luar program resmi pemerintah daerah. “Ketika saya diminta bantuan proposal terus, pusing juga saya,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, kebiasaan mengirim proposal kepada pejabat daerah sudah menjadi budaya yang mengakar di masyarakat. Ia menilai praktik ini tidak hanya membebani pejabat, tetapi juga berpotensi membuka celah pungli. “Perubahan besar untuk mewujudkan Kabupaten Kepahiang yang lebih sehat dan maju harus dimulai dari perubahan pola pikir masyarakat,” kata Zurdi.
Bukan Anti Bantuan, tapi Edukasi Mentalitas
Meski terkesan menutup pintu, Zurdi menegaskan bahwa sikap ini bukan berarti ia anti terhadap kegiatan sosial. Ia tetap membuka ruang bantuan untuk hal-hal tertentu yang masuk dalam kategori prioritas. “Berbeda jika ada yang minta bantuan bangun masjid, untuk anak yatim piatu, saya akan bantu,” tegasnya.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar tidak terus bergantung pada bantuan pribadi pejabat daerah untuk setiap kegiatan di luar program pemerintah. Zurdi ingin membangun budaya yang bersih, transparan, dan bebas dari kebiasaan meminta-minta proposal kepada pejabat.
Sejalan dengan Visi “Kepahiang Berkelanjutan”
Komitmen memberantas praktik pungli dan membenahi mentalitas proposal ini disebut sejalan dengan visi “Kepahiang Berkelanjutan” yang menjadi janji politik Zurdi Nata saat Pilkada lalu. Visi tersebut hingga kini terus dijalankan secara bertahap, salah satunya melalui langkah simbolis seperti mengganti foto profil WhatsApp.
Bupati ke-3 Kepahiang itu berharap langkah kecil ini bisa menjadi awal perubahan besar. “Kita ingin membangun Kabupaten Kepahiang yang lebih sehat, maju, dan bebas dari pungli. Semua harus dimulai dari sekarang,” pungkasnya.