Pencarian

Bandara Soekarno-Hatta Larang Keluarga Jemput Langsung Jamaah Haji, Ini Alasan dan Titik Kumpul yang Disarankan

Senin, 01 Juni 2026 • 14:39:18 WIB
Bandara Soekarno-Hatta Larang Keluarga Jemput Langsung Jamaah Haji, Ini Alasan dan Titik Kumpul yang Disarankan
Bandara Soekarno-Hatta melarang penjemputan langsung keluarga di terminal kedatangan jamaah haji untuk menghindari kepadatan.

TANGERANG — General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menegaskan bahwa area terminal kedatangan tidak boleh dijadikan titik temu keluarga dan jamaah haji. Imbauan ini keluar menyusul tingginya volume kedatangan yang dipusatkan di Terminal 2F.

Kemana Keluarga Harus Menjemput?

Keluarga diminta menjemput langsung di debarkasi atau asrama haji di masing-masing kabupaten/kota. Setelah turun dari pesawat, jamaah akan langsung diangkut bus menuju titik debarkasi tanpa singgah di area publik bandara.

"Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan penjemputan langsung di area terminal kedatangan bandara guna menghindari kepadatan dan memastikan kelancaran operasional," kata Heru Karyadi di Tangerang, Senin.

Empat Debarkasi yang Dilayani Selama Juni 2026

Bandara Soekarno-Hatta melayani kepulangan 84 kelompok terbang (kloter) dari empat debarkasi. Rinciannya: 8.701 jamaah Debarkasi Pondok Gede, 12.092 jamaah Debarkasi Bekasi, 9.096 jamaah Debarkasi Banten, dan 4.964 jamaah transit ke Lampung.

Fase pertama dimulai 1 Juni 2026 dengan dua debarkasi awal: Pondok Gede (391 orang) dan Bekasi (445 orang). Maskapai yang melayani adalah Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.

Fasilitas di Terminal 2F: Apa yang Disiapkan?

Terminal 2F telah disiapkan sebagai terminal khusus layanan haji. Area kedatangan, sistem penanganan bagasi, fasilitas kesehatan, dan pengaturan pergerakan bus pengangkut jamaah menuju debarkasi dipastikan beroperasi penuh.

Heru menambahkan bahwa koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar setiap tahapan kepulangan berjalan lancar. "Kolaborasi seluruh stakeholder menjadi kunci keberhasilan operasional haji," ucapnya.

Apa yang Terjadi Jika Keluarga Tetap Datang ke Bandara?

Meski tidak dilarang secara fisik, keluarga yang nekat datang ke Terminal 2F kemungkinan besar tidak akan bisa bertemu jamaah di area kedatangan. Jamaah akan langsung diarahkan ke bus tanpa melalui ruang tunggu publik. Kepadatan di area drop-off dan parkir juga diprediksi terjadi jika imbauan ini diabaikan.

Bandara mengimbau keluarga untuk memantau jadwal kedatangan kloter melalui kantor Kementerian Agama setempat atau aplikasi resmi, dan langsung menuju debarkasi yang telah ditentukan.

Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks