BENGKULU — Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina ini tidak sekadar memasang panel surya. Di Uma Palak Lestari, energi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) digunakan untuk menggerakkan sistem irigasi pertanian, pompa air, dan penerangan area produktif. Dengan begitu, petani bisa mengelola lahan secara lebih efisien tanpa bergantung sepenuhnya pada bahan bakar fosil.
Dampak Langsung untuk Petani dan Lingkungan
Dengan adanya PLTS, biaya operasional pertanian berkurang signifikan. Petani setempat kini bisa mengairi sawah dan ladang tanpa khawatir melonjaknya harga solar. Lebih dari itu, penggunaan energi surya menekan emisi karbon dari aktivitas pertanian, sejalan dengan target netral karbon Pertamina di tahun 2060.
Program ini juga dirancang untuk berkelanjutan. Masyarakat desa dilibatkan dalam perawatan panel surya dan pengelolaan hasil pertanian. Pertamina memastikan ada transfer pengetahuan agar warga bisa mengoperasikan sendiri infrastruktur energi terbarukan tersebut.
Apresiasi Komisaris dan Rencana Pengembangan
Komisaris Pertamina dalam kunjungannya ke lokasi menilai program Uma Palak Lestari sebagai model ideal sinergi BUMN dengan masyarakat. Menurutnya, program ini membuktikan bahwa transisi energi tidak harus mengorbankan sektor riil seperti pertanian. Justru, energi bersih bisa menjadi katalis produktivitas.
Ke depan, Pertamina berencana mereplikasi model serupa di daerah lain di Indonesia. Prioritas akan diberikan pada desa-desa yang memiliki potensi pertanian tetapi masih minim akses listrik andal. Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri dan ramah lingkungan.
Program Desa Energi Berdikari merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pertamina dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin energi bersih dan terjangkau serta penanganan perubahan iklim. Uma Palak Lestari menjadi salah satu bukti bahwa inovasi energi bisa berjalan beriringan dengan pemberdayaan petani lokal.