BENGKULU — Sebanyak puluhan peserta dari Federasi Arung Jeram, komunitas penyelaman, dan pelaku olahraga selancar ombak mengikuti pelatihan bertajuk “Manajemen Safety Risk pada Aktivitas Wisata Bahari dan Tirta”. Pelatihan ini digelar Dispar Provinsi Bengkulu sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan standar keselamatan di objek wisata berbasis laut dan air di daerah tersebut.
Materi Tak Hanya Teori, Ada Simulasi Penyelamatan di Lapangan
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, S.P., M.Si., mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat kualitas sektor pariwisata daerah. “Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai aspek keselamatan yang harus menjadi prioritas dalam pengelolaan destinasi wisata,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Pelatihan dibagi dalam dua sesi: dua hari teori dan satu hari praktik lapangan di kawasan wisata MD Land. Pada sesi praktik, peserta mempelajari teknik penyelamatan dan penanganan kondisi darurat yang mungkin terjadi saat aktivitas wisata air dan laut.
BMKG Beri Pembekalan Cuaca, Basarnas Ajarkan Evakuasi
Materi tidak hanya disampaikan oleh unsur pariwisata. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan pembekalan tentang pemanfaatan informasi cuaca serta langkah mitigasi risiko berbasis kondisi alam. Sementara itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengajarkan prosedur pertolongan, evakuasi, dan penyelamatan apabila terjadi kecelakaan atau keadaan darurat di kawasan wisata.
Murlin menegaskan bahwa Dispar Bengkulu berperan sebagai fasilitator kolaborasi antarinstansi. “Harapan kami, pariwisata Bengkulu semakin ramai dikunjungi wisatawan. Namun, di sisi lain, unsur keselamatan harus tetap menjadi perhatian utama,” tuturnya.
Target: Destinasi Wisata Air yang Aman dan Profesional
Selain pelaku olahraga air, sejumlah pelaku usaha perjalanan wisata dan mitra pariwisata lainnya turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap seluruh peserta dapat menerapkan standar keselamatan yang lebih baik di destinasi masing-masing. Dengan begitu, sektor pariwisata daerah diharapkan berkembang secara berkelanjutan, aman, dan profesional.