Pencarian

Pemprov Bengkulu Targetkan 30 Desa Terpencil Nikmati Listrik pada 2026, 5 Lokasi Masih Terkendala Akses dan Hutan

Rabu, 01 Juli 2026 • 16:18:01 WIB
Pemprov Bengkulu Targetkan 30 Desa Terpencil Nikmati Listrik pada 2026, 5 Lokasi Masih Terkendala Akses dan Hutan
Pemprov Bengkulu bersama Kementerian ESDM dan PLN gelar rakor percepatan listrik pedesaan tahun 2026.

BENGKULU — Akses listrik menjadi syarat mutlak untuk menghidupkan roda ekonomi dan meningkatkan layanan dasar di desa-desa terisolasi. Hal itu yang mendorong Pemprov Bengkulu bersama Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) menggelar rapat koordinasi khusus untuk menyelesaikan kendala pembangunan Listrik Pedesaan (Lisdes) tahun 2026.

Rakor yang dipimpin Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, ini merupakan tindak lanjut dari forum bersama Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM pada 25 Mei lalu. Hadir pula perwakilan PLN UP2K Bengkulu, BKSDA, dan jajaran pemkab terkait.

Dua Tahap Pembangunan, 5 Lokasi Masih Bermasalah

Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, merinci bahwa dari total 30 lokasi sasaran, sebanyak 25 titik sudah berstatus Clear and Clean (CnC). Kelima lokasi yang masih bermasalah tersebar di Kabupaten Rejang Lebong, Kaur, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, dan Lebong.

"Kendala yang ditemukan antara lain akses jalan koridor yang belum memadai, adanya tanaman produktif warga di radius bentangan kabel, hingga izin trase yang harus melintasi kawasan hutan konservasi," jelas Rico. Ia menambahkan, sejumlah kluster permukiman di daerah itu masih bergantung pada energi alternatif karena belum tersentuh jaringan listrik.

PLN UP2K Bengkulu mengonfirmasi rincian teknis pembangunan yang dibagi dua tahap. Tahap I untuk 25 lokasi aman meliputi pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 21,5 kilometer, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 31,4 kilometer, dan 11 unit gardu distribusi berkapasitas 550 kVA.

Sementara Tahap II untuk lima lokasi evaluasi akan membangun JTM 5,52 kilometer, JTR 10,63 kilometer, dan tiga unit gardu distribusi dengan kapasitas 150 kVA.

Rasio Elektrifikasi 99,52 Persen, Infrastruktur Baru untuk Keandalan

Manager PLN UP2K Bengkulu, Yanuar, memaparkan bahwa Rasio Desa Berlistrik (RDB) di Provinsi Bengkulu sudah mencapai 100 persen. Namun, Rasio Elektrifikasi (RE) per Desember 2025 baru berada di angka 99,52 persen.

"Pembangunan infrastruktur baru ini diperlukan untuk memperkuat keandalan pasokan (reliability)," ujar Yanuar. Secara akumulatif, total pembangunan jaringan Lisdes 2026 akan mencakup bentangan JTM 27,03 kilometer, JTR 42,07 kilometer, dan 14 unit gardu distribusi dengan kapasitas gabungan 700 kVA.

Listrik sebagai Instrumen Kebutuhan Dasar

Sekda Herwan Antoni menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar yang berperan krusial dalam memantik pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan di desa.

"Pemprov Bengkulu berkomitmen penuh mendorong percepatan program listrik pedesaan ini agar seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, dapat menikmati akses energi yang merata, andal, dan berkeadilan," tegas Herwan dalam sambutannya.

Melalui rakor ini, Pemprov Bengkulu optimistis segala hambatan non-teknis dan perizinan kawasan hutan konservasi bisa segera diurai lewat diskresi regulasi yang konkret. Targetnya, intervensi energi ini bisa langsung mendorong denyut nadi perekonomian masyarakat pedesaan.

Bagikan
Sumber: betv.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks