BENGKULU — Bhabinkamtibmas tak hanya dievaluasi soal pelayanan dan pembinaan masyarakat. Dalam forum anev yang digelar Ditbinmas Polda Bengkulu, para personel ujung tombak Polri itu juga dibekali materi khusus dari tiga fungsi sekaligus: Intelijen, Reserse Kriminal (Reskrim), dan Densus 88 Antiteror.
Bekal Deteksi Dini dan Koordinasi Lintas Fungsi
Materi yang diberikan mencakup kemampuan deteksi dini, peningkatan kewaspadaan terhadap potensi ancaman, serta penguatan koordinasi lintas fungsi. Pembekalan ini diharapkan membuat setiap Bhabinkamtibmas lebih siap mencegah dan menangani gangguan keamanan di wilayah binaannya masing-masing.
“Evaluasi ini menjadi langkah untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pembinaan masyarakat, dan mengoptimalkan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat,” kata Kombes Pol Rudi Hartono dalam arahannya.
Ujung Tombak yang Harus Responsif dan Humanis
Menurut Direktur Binmas, Bhabinkamtibmas adalah personel yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, setiap anggota dituntut hadir secara aktif, responsif, dan profesional dalam menyelesaikan persoalan sosial di lapangan.
“Bhabinkamtibmas harus mampu membangun komunikasi yang baik, menyelesaikan masalah secara humanis, serta menjadi penggerak terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tegas Kombes Pol Rudi Hartono.
Forum anev ini menjadi ajang untuk memetakan kendala yang dihadapi personel di lapangan sekaligus menyusun strategi baru. Targetnya, lahir Bhabinkamtibmas yang lebih adaptif, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat sebagai mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban.