BENGKULU — Pemutakhiran terbaru BMKG menunjukkan gelombang tsunami terbesar terpantau di Maurole-Ende dengan ketinggian mencapai 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB. Data ini menjadikan wilayah pesisir utara Flores sebagai titik dengan dampak paling signifikan dibandingkan enam lokasi lainnya yang juga mencatat anomali muka air laut.
Kepala pusat gempa bumi dan tsunami BMKG dalam keterangan resminya merinci tujuh wilayah yang terekam alat pengukur pasang surut (tide gauge) pasca-gempa yang berpusat 30 kilometer Timur Laut Mbay Nagekeo itu. "Pemutakhiran peringatan dini, tsunami akibat gempa Mag:7.7 telah terdeteksi di Bakalang-Alor 0,14 meter, Dompu 0,17 meter, Flores Timur 0,25 meter, Labuan Bajo 0,36 meter, Maurole-Ende 0,94 meter, Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter, dan Sikka 0,19 meter," tulis keterangan BMKG yang diterima redaksi.
Urutan Kedatangan Gelombang di Pesisir NTT dan NTB
Sensor di Sikka menjadi yang pertama mencatat kedatangan tsunami pada pukul 05.03 WIB, hanya lima menit setelah gempa utama terjadi. Disusul Pelabuhan Kewapante-Sikka pada 05.16 WIB, Flores Timur 05.24 WIB, Labuan Bajo 05.26 WIB, Maurole-Ende 05.27 WIB, Dompu 05.29 WIB, dan Bakalang-Alor pada 05.41 WIB.
Meski ketinggian yang terekam berada di bawah satu meter, BMKG tetap mengimbau masyarakat di pesisir untuk menjauhi area bibir pantai. Pasang surut yang terekam instrumen belum mencerminkan potensi gelombang susulan di titik lain yang tidak memiliki alat deteksi.
22 Wilayah Masuk Daftar Status Siaga
Peringatan dini yang dikeluarkan BMKG mencakup 22 kabupaten/kota di tiga provinsi. Di Nusa Tenggara Timur, status siaga berlaku untuk Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende Bagian Utara, Sikka Bagian Utara, Pulau Ende, Pulau Sikka, hingga Flores.
Wilayah NTB yang masuk daftar meliputi Bima Pulau Sangiang, Bima Pulau Gili, Kota Bima bagian Utara, dan Dompu. Sementara Sulawesi Selatan mencakup Jeneponto, Bantaeng, Selayar, Bone, Wajo, Luwu Timur, Luwu Utara, dan Kota Palopo. Satu wilayah di Sulawesi Tenggara, yakni Kota Baubau, juga berstatus siaga.
Rangkaian Guncangan dan Imbauan Warga Pesisir
Gempa berkekuatan M7,7 itu berpusat di darat dengan kedalaman dangkal, memicu guncangan keras yang dirasakan hingga wilayah sekitarnya pada Sabtu dinihari pukul 04.58 WIB. BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan tsunami untuk NTT, NTB, dan Sulsel sebelum akhirnya memutakhirkan data deteksi gelombang.
Masyarakat pesisir diminta tetap waspada terhadap potensi kenaikan muka air laut susulan serta tidak kembali ke area pantai sebelum status peringatan resmi dicabut. BMKG juga mengingatkan adanya potensi gempa susulan berkekuatan lebih kecil yang dapat memicu longsor di wilayah perbukitan dekat pusat gempa.