SELUMA — Semangat kemandirian ditunjukkan warga Desa Lubuk Lagan, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma. Mereka secara kompak menggelar gotong royong mengecor akses jalan utama masuk menuju desa, dengan dana yang seluruhnya berasal dari iuran warga setempat.
Aksi swadaya ini dilakukan untuk menyiasati kondisi medan jalan yang menanjak dan terjal. Jika pekerjaan ditunda hingga musim penghujan, proses pengerjaan dipastikan akan jauh lebih sulit dan berisiko.
Jalan Desa Dinilai Vital bagi Aktivitas Warga
Tokoh masyarakat Desa Lubuk Lagan, Apran, menegaskan perbaikan infrastruktur ini tidak bisa ditunda. Pasalnya, akses tersebut memiliki fungsi krusial untuk menunjang hajat hidup warga sehari-hari.
"Akses ini sangat vital bagi aktivitas warga, terutama bagi anak-anak sekolah, serta para petani untuk mengangkut hasil panen, makanya kami lakukan gotong royong secara swadaya dari iuran setiap warga," ujar Apran.
Jalan yang menjadi tulang punggung mobilitas ini menghubungkan desa dengan pusat kecamatan dan area persawahan warga. Kerusakan jalan tentu akan menghambat distribusi hasil pertanian dan akses pendidikan anak-anak.
Lanjutan Semangat Pembangunan dari Program TMMD
Aksi pengecoran ini bukan yang pertama kali dilakukan warga. Sebelumnya, wilayah Desa Lubuk Lagan juga sempat menjadi pusat kegiatan pembukaan jalan baru yang digerakkan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128.
Kegiatan TMMD tersebut menjadi fondasi awal perbaikan infrastruktur di desa, yang kemudian dilanjutkan dengan aksi swadaya masyarakat saat ini. Hal ini menunjukkan kesinambungan upaya pembangunan di daerah tersebut.
Keterbatasan anggaran daerah tidak menyurutkan langkah warga untuk terus berbenah. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa partisipasi aktif masyarakat mampu menjadi penggerak pembangunan di tengah keterbatasan.
Gotong royong yang digelar ini diharapkan dapat segera rampung sebelum musim hujan tiba, sehingga akses warga tetap lancar dan aman dilalui. Semangat kemandirian ini pun menjadi contoh bahwa kolaborasi warga bisa menjadi solusi nyata atas persoalan infrastruktur di daerah.