BENGKULU — Pergerakan harga emas batangan Antam kembali mencatatkan rekor pada akhir pekan ini. Berdasarkan data Logam Mulia, harga jual emas bersertifikat naik tipis dari posisi Rp 2.664.000 menjadi Rp 2.675.000 per gram. Kenaikan Rp 11.000 ini diikuti pula oleh harga buyback yang naik Rp 15.000 ke level Rp 2.525.000 per gram.
Artinya, selisih antara harga beli dan harga jual kembali saat ini menganga hingga Rp 150.000 per gram. Angka ini menjadi catatan penting bagi warga Bengkulu yang berniat berinvestasi logam mulia, terutama di tengah tren harga yang sedang berada di level tertinggi.
Spread Rp 150.000: Emas Bukan untuk Cuan Cepat
Selisih Rp 150.000 per gram berarti investor yang membeli emas hari ini lalu menjualnya kembali pada hari yang sama akan langsung rugi. Kondisi ini menegaskan bahwa emas batangan lebih tepat diposisikan sebagai aset lindung nilai jangka panjang, bukan instrumen trading harian.
Analis pasar komoditas yang enggan disebutkan namanya mengingatkan agar calon pembeli memahami dua harga yang ditetapkan Antam ini. "Investor perlu memahami dua harga ini sebelum memutuskan membeli atau menjual emas batangan. Spread yang lebar menunjukkan emas lebih sesuai untuk tujuan investasi jangka panjang, bukan transaksi cepat," ujarnya.
Pembeli 2024-2025 Masih Untung Ratusan Ribu per Gram
Meski harga sedang tinggi, data historis menunjukkan investor yang membeli emas lebih awal masih berada di zona profit. Mereka yang membeli pada 15 Agustus 2025 di harga Rp 1.909.000 per gram, misalnya, kini berpotensi meraup keuntungan 32,27 persen jika menjual di harga buyback saat ini.
Posisi serupa dialami pembeli 15 November 2025. Dengan harga beli Rp 2.348.000 per gram, potensi keuntungannya mencapai 7,54 persen. Sebaliknya, pembeli yang masuk pada Februari hingga Agustus 2026 masih mencatat potensi rugi antara 4 hingga 14 persen karena harga beli mereka lebih tinggi dari level buyback sekarang.
Antam Tetapkan Dua Harga, Ini Bedanya
PT Aneka Tambang memang menerapkan dua mekanisme harga. Pertama, harga jual yang berlaku saat konsumen membeli emas di gerai Logam Mulia. Kedua, harga buyback yang dipakai ketika konsumen menjual kembali emasnya ke Antam. Perbedaan keduanya mencerminkan biaya operasional, likuiditas, dan margin perusahaan.
Bagi masyarakat Bengkulu yang ingin memantau pergerakan harga, tabel lengkap harga emas Antam untuk berbagai ukuran bisa diakses melalui situs resmi Logam Mulia. Update harga biasanya keluar setiap hari perdagangan, termasuk akhir pekan.
Para pakar menyarankan agar emas batangan dipandang sebagai tameng dari inflasi dan ketidakpastian pasar. Sebelum membeli, pertimbangkan biaya spread, biaya penyimpanan, dan tujuan investasi masing-masing. Keputusan membeli di harga tertinggi tanpa perhitungan matang justru bisa mengunci kerugian di atas kertas.