BENGKULU — Kompetisi usia dini yang digagas untuk menanamkan nilai kebangsaan melalui olahraga ini dibuka langsung dengan pemukulan alat musik tradisional dhol oleh Komandan Kodim 0407/Kota Bengkulu, Kolonel Inf. Condro Edi Wibowo. Pembukaan yang berlangsung meriah itu turut dihadiri perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi dan Kota Bengkulu, Asprov PSSI, Apsumi, KONI Provinsi, KONI Kota, serta pengurus SSB dari berbagai daerah.
Jalur Menuju Semarang dan Tiongkok
Ketua JPL Zona Bengkulu, Herdadi Winanda, memaparkan mekanisme kompetisi yang telah disiapkan panitia. Tim yang keluar sebagai juara tingkat provinsi akan mewakili Bengkulu di babak nasional yang digelar di Semarang.
"Jika berhasil di tingkat nasional, tim berpotensi mengikuti kompetisi internasional di Tiongkok dengan dukungan akomodasi dari panitia pusat," jelas Herdadi di sela-sela pembukaan turnamen.
Bela Negara Bukan Sekadar Aksi Militer
Dalam sambutannya, Dandim Condro Edi menegaskan bahwa semangat bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan dan latihan olahraga. Menurutnya, sepak bola menjadi media efektif untuk membentuk karakter generasi penerus bangsa.
"Anak-anak adalah generasi penerus. Melalui sepak bola, mereka belajar kedisiplinan, sportivitas, dan kepemimpinan—nilai-nilai yang sejalan dengan semangat bela negara," ujar Condro Edi.
Pemkot Bengkulu Dukung Penuh Pembinaan Usia Dini
Apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen datang dari Asisten I Pemkot Bengkulu, Alex Periansyah. Ia berharap kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang adu keterampilan, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan pencarian bibit unggul pesepakbola lokal.
"Kami ingin anak Bengkulu tumbuh sehat, berprestasi, dan berjiwa nasionalis," kata Alex saat memberikan sambutan mewakili pemerintah kota.
Regenerasi Pesepakbola Bengkulu Mulai Tunjukkan Kualitas
Sejumlah pertandingan perdana yang berlangsung langsung setelah upacara pembukaan menampilkan permainan agresif dan kerja sama tim yang solid. Para pelatih yang mendampingi mengaku antusiasme pemain muda serta dukungan keluarga menjadi modal penting bagi perkembangan sepak bola usia dini di Bengkulu.
Namun, Herdadi mengingatkan bahwa prestasi di tingkat nasional membutuhkan lebih dari sekadar turnamen tahunan. Perhatian terhadap fasilitas latihan dan program pembinaan jangka panjang dinilai menjadi kunci agar talenta lokal mampu bersaing dengan daerah lain.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan stakeholder olahraga, Festival Piala Bela Negara diharapkan menjadi agenda rutin yang konsisten menjaring bibit pesepakbola potensial sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air sejak usia dini.