Pencarian

Rupiah Sentuh Rp 17.724 per Dolar AS, Level Terlemah Sepanjang Sejarah di Tengah Ekspektasi Kenaikan BI Rate

Selasa, 19 Mei 2026 • 10:55:05 WIB
Rupiah Sentuh Rp 17.724 per Dolar AS, Level Terlemah Sepanjang Sejarah di Tengah Ekspektasi Kenaikan BI Rate
Nilai tukar rupiah tembus Rp 17.724 per dolar AS, catat rekor terlemah sepanjang sejarah.

BENGKULU — Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 13 poin di posisi Rp 17.681 per dolar AS, lalu terus merosot hingga ke Rp 17.724 pada pukul 10.24 WIB. Sepanjang tahun ini, depresiasi rupiah mencapai 6,25%. Ini bukan sekadar angka; ini adalah rekor terburuk sepanjang sejarah nilai tukar rupiah.

Bukan Hanya Indonesia: Tekanan Dolar Melanda Seluruh Asia

Pelemahan rupiah tidak berdiri sendiri. Hampir semua mata uang Asia terkapar pagi ini. Won Korea Selatan menjadi yang terburuk dengan pelemahan 0,74%, disusul baht Thailand (0,18%), dolar Singapura (0,09%), dan yen Jepang (0,08%). Hanya rupee India dan yuan China yang masih mampu bertahan tipis-tipis. Ini menandakan bahwa tekanan dolar AS bersifat sistemik dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Dua Sisi Mata Uang: Perang Iran Mereda, Domestik Masih Genting

Analis Doo Financial, Lukman Leong, mengatakan ada secercah harapan dari sisi geopolitik. "Meredanya kekhawatiran pasar global setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menunda rencana serangan terhadap Iran," ujarnya. Namun, ia menekankan bahwa pelaku pasar masih mencermati kondisi domestik yang dinilai lemah. Investor saat ini berada dalam mode "wait and see" menunggu hasil RDG Bank Indonesia.

Ekspektasi pasar bahwa BI akan menaikkan suku bunga acuan justru membuat pelaku pasar semakin hati-hati. "Kenaikan suku bunga biasanya akan menarik aliran modal asing, tapi di saat yang sama, ini sinyal bahwa tekanan terhadap rupiah sangat berat," jelas Lukman.

Apa Artinya bagi Investor dan Pebisnis?

Bagi Anda yang memiliki portofolio saham atau obligasi, volatilitas kurs ini adalah sinyal untuk memperkuat lindung nilai (hedging). Bagi pelaku bisnis yang berutang dalam dolar atau mengimpor barang, biaya operasional dipastikan naik dalam waktu dekat. Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.600 hingga Rp 17.700 per dolar AS pada hari ini. Namun, jika BI menaikkan suku bunga lebih tinggi dari ekspektasi, bukan tidak mungkin rupiah bisa kembali menguat meski terbatas.

Yang jelas, level psikologis Rp 17.700 sudah tembus. Kini semua mata tertuju pada keputusan BI. Akankah bank sentral mengambil langkah berani untuk menjinakkan dolar, atau justru memilih menahan diri demi menjaga pertumbuhan?

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks