KOTA BENGKULU — Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu resmi berkolaborasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu untuk mengejar pendapatan asli daerah (PAD) yang belum optimal. Langkah ini menyasar piutang pajak yang masih menunggak, baik dari tahun-tahun sebelumnya maupun kewajiban tahun berjalan yang belum dibayar.
Penagihan Piutang: Dari Pendekatan Persuasif ke Tindakan Hukum
Kepala Bapenda Kota Bengkulu, Noni Yuliesti, menegaskan bahwa penagihan melalui kejaksaan bukanlah langkah pertama yang ditempuh. Sebelumnya, petugas Bapenda telah melakukan pendekatan langsung dengan mendatangi wajib pajak untuk mengingatkan kewajiban mereka.
"Petugas Bapenda terlebih dahulu melakukan pendekatan langsung kepada wajib pajak. Selain untuk menagih, langkah ini juga bertujuan mengoptimalkan PAD agar tidak ada potensi pendapatan daerah yang terlewat," ujar Noni di Bengkulu, Senin.
Namun, jika upaya persuasif itu tidak diindahkan, Pemkot akan menindaklanjuti tunggakan tersebut bersama Kejari Bengkulu. Sinergi ini diharapkan mampu menekan angka piutang yang selama ini menjadi kendala dalam optimalisasi PAD.
Sektor Restoran dan Hotel Jadi Penopang Utama PAD
Bapenda Kota Bengkulu mencatat realisasi PAD hingga April 2026 telah mencapai Rp2 miliar. Noni menerangkan, capaian tersebut berasal dari berbagai sektor, dengan kontribusi terbesar dari pajak restoran dan hotel.
Sumber PAD lainnya di Kota Bengkulu meliputi pajak parkir, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta sektor usaha lainnya. Pemerintah kota pun meminta dukungan dan kesadaran wajib pajak untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Skema Baru untuk Memaksimalkan Potensi PAD
Ke depan, Pemkot Bengkulu berencana menerapkan skema baru dan sejumlah penyesuaian kebijakan untuk lebih memaksimalkan potensi PAD. Noni optimistis pendapatan daerah dapat terus meningkat seiring tumbuhnya kesadaran dan kepatuhan wajib pajak.
"Melalui kerja sama ini, kami bersama Kejaksaan akan menindaklanjuti piutang pajak yang belum tertagih, baik piutang tahun sebelumnya maupun tunggakan pada tahun berjalan, seperti pembayaran Januari hingga Februari yang masih belum dipenuhi," kata Noni.
Dengan langkah strategis ini, Pemkot Bengkulu berharap tidak ada lagi potensi pendapatan daerah yang terlewat, sekaligus memperkuat fondasi fiskal untuk pembangunan Kota Bengkulu ke depan.