SELUMA — Program stimulan pangan periode Februari–Maret 2026 di Kabupaten Seluma nyaris tuntas. Kepala DKP Seluma, Amri, mengonfirmasi bahwa proses distribusi yang dimulai sejak 19 Mei 2026 di Kecamatan Lubuk Sandi itu kini hanya menyisakan dua wilayah terakhir, yaitu Kecamatan Seluma Utara dan Seluma Timur.
"Hingga hari ini, progres penyaluran bantuan pangan di lapangan sudah menyentuh angka 90 persen. Secara umum, proses distribusi ke desa-desa berjalan lancar tanpa hambatan berarti," kata Amri saat dikonfirmasi, Minggu (14/6).
Jumlah Penerima Melonjak Hingga 10 Ribu KPM
Yang menarik dari data tahun ini adalah lonjakan jumlah penerima manfaat. Berdasarkan pemutakhiran data berkala, basis data penerima yang sebelumnya berkisar di angka 21 ribu jiwa pada tahun lalu, kini melonjak drastis menjadi 31.678 KPM. Artinya, ada tambahan lebih dari 10 ribu keluarga yang masuk dalam skema jaring pengaman sosial ini.
Setiap KPM mendapatkan paket sembako berupa 10 kilogram beras kualitas medium dan 1 liter minyak goreng kemasan. Total logistik yang digelontorkan pemerintah untuk program ini mencapai 633.560 kilogram beras dan 126.712 liter minyak goreng.
Kecamatan Sukaraja Terima Jatah Terbanyak, Seluma Kota Paling Sedikit
Berdasarkan sebaran wilayah, Kecamatan Sukaraja menjadi daerah dengan alokasi terbanyak, yakni 4.225 KPM. Sementara itu, Kecamatan Seluma Kota hanya menerima 908 paket bantuan, menjadikannya wilayah dengan jumlah penerima paling sedikit di antara 14 kecamatan.
Amri menambahkan, program ini diharapkan mampu menjadi bantalan ekonomi bagi keluarga prasejahtera di Seluma. Ia menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam setiap penyaluran bansos.
"Kami berharap bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya secara instan oleh masyarakat. Ke depan, validasi dan pembaruan data kemiskinan akan terus kami pertajam, agar setiap bantuan sosial yang turun semakin tepat sasaran dan langsung menjangkau warga yang paling membutuhkan," pungkasnya.