BENGKULU — Sebelum jagung tersebut resmi diserap, seluruh komoditas harus melewati serangkaian uji laboratorium yang ketat. Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, Iptu Suroto, menjelaskan bahwa proses pengujian meliputi pengambilan sampel acak, pengecekan kadar air, hingga pemeriksaan fisik secara menyeluruh.
“Proses uji lab hari ini meliputi pengambilan sampel acak, pengecekan kadar air, dan pemeriksaan fisik total demi menjamin kualitas jagung benar-benar prima,” ujar Iptu Suroto. Langkah ini memastikan kualitas jagung yang masuk ke gudang Bulog memenuhi standar nasional, sehingga aman untuk didistribusikan ke masyarakat.
Rantai Distribusi Terpangkas, Petani Tak Lagi Cemas Harga Anjlok
Jagung yang disalurkan merupakan hasil panen kuartal pertama tahun 2026 dari Poktan Nandur Makmur. Setelah dikeringkan secara mandiri oleh para petani, kepolisian mengawal langsung proses pengiriman hingga ke lokasi Bulog. Kehadiran polisi di tengah rantai pasok ini menjadi angin segar bagi petani lokal.
Melalui nota kesepahaman (MoU) yang telah diteken dengan Bulog, para petani kini memiliki kepastian pasar. Mereka tidak perlu lagi mencemaskan harga jagung yang anjlok saat musim panen raya tiba. Sinergi ini secara efektif memangkas rantai distribusi yang selama ini seringkali merugikan petani di tingkat lapangan.
Polisi Targetkan Produktivitas Lahan Meningkat Musim Depan
Dengan adanya kepastian serapan hasil panen ini, Polres Pelabuhan Tanjungperak berharap para petani semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas lahan mereka pada musim-musim berikutnya. Program ini bukan sekadar distribusi satu kali, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Langkah ini menunjukkan bahwa peran aparat keamanan tidak lagi terbatas pada fungsi penegakan hukum, tetapi juga aktif dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan. Bagi petani di Tanjungperak dan sekitarnya, kepastian pasar dan harga yang stabil kini bukan lagi sekadar harapan.