BENGKULU — Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) buka suara menanggapi isu yang beredar luas di media sosial. Delegasi timnas disebut menggelar pesta berlebihan setelah langkah mereka terhenti di turnamen paling bergengsi dunia tersebut.
Isu Berhembus Usai Kekalahan Pahit
Kabar miring ini mulai mencuat tak lama setelah Senegal dipastikan gagal melaju ke babak berikutnya. Publik dibuat heboh dengan narasi yang menyebutkan bahwa para pemain dan ofisial justru berpesta alih-alih berkabung.
FSF menegaskan bahwa tuduhan itu tidak berdasar dan merupakan informasi yang sengaja dipelintir. "Tidak ada pesta liar atau kegiatan tidak senonoh seperti yang dituduhkan," tegas pernyataan resmi federasi.
Klarifikasi Resmi Federasi
Dalam pernyataan yang dirilis Senin (15/6) kemarin, FSF menjelaskan aktivitas tim pasca-eliminasi. Mereka mengakui adanya pertemuan internal tim yang dihadiri pemain, pelatih, dan staf pendukung.
"Yang terjadi adalah sesi evaluasi dan penguatan mental tim, bukan pesta. Kami sangat menyesalkan adanya pihak yang menyebarkan berita bohong ini," lanjut pernyataan tersebut.
Federasi juga mengimbau publik untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Mereka berjanji akan mengambil langkah hukum jika tuduhan serupa terus dilancarkan tanpa bukti.
Dampak pada Reputasi Tim
Isu ini dinilai cukup sensitif karena menyangkut profesionalisme timnas Senegal di mata dunia. Sebagai semifinalis Piala Dunia 2022, Senegal memiliki reputasi yang harus dijaga.
Kabar pesta liar juga bisa memicu sanksi dari FIFA jika terbukti benar. Namun dengan bantahan tegas dari federasi, tekanan kini beralih ke pihak yang pertama kali menyebarkan isu tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi lebih lanjut dari manajemen tim terkait detail pertemuan yang dimaksud. Publik masih menunggu bukti atau pernyataan tambahan dari saksi mata yang hadir di lokasi.