BENGKULU — PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) masih mengkaji berbagai langkah untuk memenuhi target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mobil listrik sebesar 60 persen yang berlaku mulai 2027. Saat ini Toyota baru merakit bZ4X dengan TKDN 40 persen di fasilitas Karawang. Kesenjangan 20 poin persen inilah yang menjadi fokus utama persiapan pabrikan asal Jepang tersebut.
Vice President PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), I Nyoman Winaya, menyatakan pihaknya belum menetapkan formula final untuk menaikkan kandungan lokal kendaraan listrik mereka. Kajian mencakup diskusi dengan pemerintah, pemangku kepentingan, hingga penilaian kesiapan rantai pasok dalam negeri.
"Kami masih terus melakukan kajian terkait target tersebut, termasuk berdiskusi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan yang lain, serta melihat kesiapan dan berbagai aspek yang diperlukan untuk dapat memenuhinya," ujar Nyoman.
Posisi TKDN Toyota bZ4X Saat Ini
Toyota sudah merakit bZ4X di fasilitas produksinya di Karawang. Kendaraan listrik murni itu tercatat memiliki TKDN sebesar 40 persen, atau terpaut 20 poin persen dari ambang yang ditetapkan pemerintah untuk 2027.
Angka tersebut menempatkan Toyota pada posisi yang membutuhkan lonjakan kandungan lokal signifikan dalam waktu sekitar satu tahun. Peningkatan TKDN tidak hanya soal perakitan, tetapi juga mencakup komponen baterai, motor listrik, dan sistem elektronik pendukung.
Kerja Sama Baterai dengan CATL Senilai Rp 1,3 Triliun
Salah satu jalur yang ditempuh Toyota adalah menjalin kerja sama dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL). Investasi untuk kerja sama produksi baterai di Tanah Air disebut mencapai nilai Rp 1,3 triliun.
Pada tahap awal, fasilitas produksi baterai itu difokuskan untuk kebutuhan mobil hybrid. Artinya, kontribusi terhadap TKDN mobil listrik murni belum langsung terasa dalam jangka pendek.
Namun, pengembangan ke depan berpotensi mencakup baterai mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV). Jika realisasi itu terwujud, kandungan lokal bZ4X dan model BEV Toyota berikutnya berpeluang naik lebih cepat.
Mengapa Target 60 Persen Krusial bagi Toyota
Pemerintah menetapkan ambang TKDN 60 persen sebagai syarat bagi pabrikan yang ingin mempertahankan insentif dan akses pasar kendaraan listrik. Pabrikan yang gagal memenuhi ketentuan berisiko kehilangan sejumlah fasilitas fiskal yang selama ini menopang harga jual BEV.
Bagi Toyota, bZ4X adalah satu-satunya model BEV yang dirakit lokal saat ini. Kenaikan TKDN pada model itu akan menjadi penentu apakah Toyota bisa memperluas lini kendaraan listriknya di Indonesia atau harus menahan ekspansi.
Sejumlah merek lain sudah lebih dulu mengumumkan komitmen investasi baterai dan komponen lokal untuk mengejar ambang yang sama. Persaingan memperebutkan pemasok dalam negeri pun diprediksi menguat menjelang 2027.
Langkah Selanjutnya
TMMIN belum menyebut tenggat internal kapan kajian akan rampung. Yang jelas, keputusan soal perluasan fasilitas baterai CATL ke segmen BEV akan menjadi sinyal paling konkret arah strategi Toyota.
Hingga kini, bZ4X rakitan Karawang tetap dijual dengan TKDN 40 persen. Konsumen yang berencana membeli model tersebut tidak akan melihat perubahan kandungan lokal dalam waktu dekat, setidaknya sampai Toyota mengumumkan hasil kajiannya.