Pencarian

Harga CPO Tembus 5.018 Ringgit, Cetak Rekor Kenaikan Tiga Pekan Beruntun

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 12:21:31 WIB
Harga CPO Tembus 5.018 Ringgit, Cetak Rekor Kenaikan Tiga Pekan Beruntun
Harga CPO ditutup menguat 1,15 persen ke level 5.018 ringgit Malaysia per ton pada Jumat (21/8/2026), mencetak rekor kenaikan tiga pekan beruntun.

BENGKULU — Kontrak berjangka CPO ditutup menguat 1,15 persen pada Jumat (21/8/2026) ke level 5.018 ringgit Malaysia per ton. Kenaikan sepekan ini sekaligus menjadi yang terbesar dalam 24 pekan terakhir, menunjukkan momentum bullish yang kuat di pasar komoditas sawit.

Katalis Reli: Dari Bursa Dalian hingga Mandat B50

Mengutip Trading Economics, reli harga CPO sepanjang pekan ini tidak lepas dari penguatan harga minyak nabati di Bursa Dalian, China. Korelasi antara pasar minyak sawit dan minyak nabati lainnya memang erat, sehingga pergerakan di salah satu bursa utama langsung berdampak ke Malaysia.

Dari sisi domestik, permintaan CPO di Indonesia—sebagai produsen sawit terbesar dunia—ikut meningkat. Faktor utamanya adalah persiapan menuju penerapan penuh mandat biodiesel B50 yang dijadwalkan berjalan pada Oktober 2026. Kebijakan ini dipastikan menyerap lebih banyak CPO untuk campuran bahan bakar, sehingga mengerek permintaan di dalam negeri.

Harga Tertinggi Sejak Desember 2024

Level 5.018 ringgit per ton yang dicapai pekan ini menjadi titik tertinggi yang pernah tercatat sejak Desember 2024. Posisi ini menunjukkan pemulihan tajam setelah beberapa bulan sebelumnya harga sempat tertekan oleh tingginya stok global dan perlambatan permintaan dari beberapa negara importir.

Kenaikan tiga pekan beruntun ini menegaskan sentimen positif pelaku pasar terhadap prospek komoditas sawit. Kombinasi antara permintaan energi terbarukan yang kuat dan pasokan yang cenderung terbatas menjadi penopang utama harga.

Dampak ke Pasar dan Prospek ke Depan

Penguatan harga CPO ini menjadi kabar baik bagi petani dan perusahaan perkebunan sawit di Indonesia dan Malaysia. Pendapatan ekspor dua negara produsen utama ini diproyeksikan meningkat, sekaligus memperkuat posisi tawar di pasar global.

Ke depan, pasar akan mencermati perkembangan implementasi B50 di Indonesia serta data produksi minyak sawit Malaysia yang dirilis bulanan. Jika permintaan tetap kuat dan pasokan tidak mampu mengimbangi, bukan tidak mungkin harga CPO masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatannya.

Follow lintasbengkulu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks