BENGKULU — Ekosistem pembayaran digital di Provinsi Bengkulu menunjukkan akselerasi signifikan. Bank Indonesia mencatat sebanyak 257.757 merchant telah mengadopsi QRIS hingga saat ini, sebuah lompatan besar dalam upaya digitalisasi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah tersebut.
Capaian itu beriringan dengan partisipasi aktif 32 UMKM binaan KPw BI Bengkulu pada KKI 2026. Dari jumlah tersebut, enam UMKM unggulan tampil secara langsung di JICC, sementara 26 lainnya berpartisipasi melalui platform digital.
Hasilnya, total transaksi penjualan UMKM binaan KPw BI Bengkulu selama pameran mencapai Rp 955.491.033. Angka ini membuktikan daya saing produk lokal Bengkulu di pasar nasional.
Enam UMKM Bengkulu Tembus Panggung Nasional
Dua sektor yang mewakili Bengkulu di JICC adalah wastra serta makanan dan minuman. Di sektor wastra, Batik Kagano memamerkan produk kain khas Bengkulu, sementara Swarnabumei menampilkan koleksi ready to wear bermotif besurek dan identitas bunga raflesia.
Adapun sektor makanan dan minuman diwakili oleh CV Jaya Rasa Bengkulu, Giwigewi, dan Kerupuk Ke...
Target Transaksi Nasional Capai Rp 446,9 Miliar
KKI 2026 yang mengusung tema "Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing" menargetkan fasilitasi business matching omzet dan ekspor senilai Rp 446,9 miliar. Sementara itu, business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, ditargetkan mencapai Rp 212,8 miliar.
Gelaran ini diikuti lebih dari 550 UMKM secara luring dan lebih dari 1.300 UMKM melalui kanal daring. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang melibatkan 362 UMKM luring dan lebih dari 1.100 UMKM daring.
UMKM: Fondasi 97 Persen Tenaga Kerja Nasional
Penguatan UMKM dinilai strategis karena sektor tersebut menjadi fondasi utama perekonomian nasional. Dengan sekitar 64 juta pelaku usaha, UMKM menyerap 97 persen tenaga kerja dan memberikan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci.
"Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor," ujar Destry saat membuka KKI 2026 bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming.
Korporasi Jadi Pengungkit UMKM Naik Kelas
Dalam KKI 2026, BI menggaungkan Gerakan Korporasi Gandeng UMKM sebagai strategi mempercepat transformasi usaha kecil menjadi pelaku usaha yang lebih besar dan terintegrasi dalam rantai nilai.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono mengatakan kemitraan dengan korporasi dapat menjadi pengungkit bagi UMKM untuk meningkatkan produktivitas, memperluas jaringan usaha, serta mempercepat adopsi teknologi.
Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan konektivitas yang lebih kuat antara UMKM, korporasi, perbankan, dan pasar global. Bagi Bengkulu, momentum ini menjadi peluang emas bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pasar dan mengadopsi teknologi pembayaran digital secara lebih masif.