BENGKULU — Geliat transaksi non-tunai di Provinsi Bengkulu kian menguat. Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di provinsi ini mencapai 309.930 orang, dengan total merchant sebanyak 257.757 unit hingga Juni 2026.
Angka tersebut berbanding lurus dengan volume transaksi yang menembus 60,65 juta transaksi. Sementara itu, transaksi melalui Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) tercatat sekitar 13,8 juta transaksi sepanjang 2026.
Insentif MDR 0 Persen untuk Merchant dan UMKM
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyatakan perluasan MDR QRIS 0 persen merupakan bentuk dukungan nyata bagi pelaku usaha. Ketentuan baru ini mulai berlaku pada 1 Oktober 2026.
Melalui kebijakan ini, seluruh kategori merchant tidak akan dikenakan MDR untuk transaksi QRIS hingga Rp 100.000. Khusus pelaku usaha mikro, fasilitas MDR 0 persen tetap diberikan untuk transaksi hingga Rp 500.000.
“Semakin ringan biaya transaksi, semakin besar peluang pelaku usaha untuk menerima pembayaran melalui QRIS,” ujar Wahyu Yuwana Hidayat.
Kartu Kredit Indonesia Ritel Diluncurkan, Transaksi Maksimal Rp 10 Juta
Selain perluasan QRIS, BI bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Segmen Ritel. Instrumen pembayaran ini tersedia dalam bentuk digital dan dapat digunakan sebagai sumber dana untuk transaksi QRIS.
KKI Segmen Ritel mendukung tiga metode pembayaran, yakni Merchant Presented Mode (MPM), Consumer Presented Mode (CPM), serta QRIS TAP yang memanfaatkan teknologi NFC. Batas maksimal transaksi KKI melalui QRIS ditetapkan sebesar Rp 10 juta untuk setiap transaksi.
Sejak 17 Agustus 2026, KKI Segmen Ritel telah diterbitkan oleh delapan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, PermataBank, Bank Mega, dan Bank Syariah Indonesia.
QRIS Merambah ke Enggano dan Desa Kreatif Linau
Ekspansi ekosistem digital di Bengkulu tidak hanya menyasar kawasan perkotaan. BI Bengkulu menggencarkan program perluasan hingga ke daerah terpencil melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serta QRIS Banking Race 3.0.
Program digitalisasi juga menyasar Pulau Enggano melalui kegiatan Garuda Pesisir dan QRIS Jelajah Enggano, yang disinergikan dengan SEPAKAT serta SIGAP Go Digital. Di Kabupaten Kaur, pengembangan Desa Kreatif Digital Linau diintegrasikan dengan Festival Gurita.
Edukasi transaksi digital diperluas kepada mahasiswa, pelajar, komunitas perempuan, dan masyarakat umum. Materi yang diberikan mencakup penggunaan QRIS, perlindungan konsumen, serta upaya mencegah penipuan digital.
Kampanye QRISperience Week dan Layanan Cross-Border
Untuk memperkuat adopsi, BI Bengkulu menggelar QRISperience Week Bengkulu 2026 di Bencoolen Mall pada 13–14 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan layanan QRIS Cross-Border yang memungkinkan pembayaran digital digunakan saat bertransaksi di luar negeri.
Secara nasional, jumlah pengguna QRIS mencapai 65,77 juta orang per Juni 2026, dengan 6,23 juta pengguna baru tercatat sepanjang semester pertama 2026. Nilai transaksi QRIS nasional pada semester I 2026 mencapai Rp 1,12 kuadriliun, tumbuh 93,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.