REJANG LEBONG — Pondok pesantren memiliki peran strategis sebagai fondasi moral dan benteng akhlak generasi bangsa. Hal itu ditegaskan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Saefudin, di tengah acara perpisahan santri angkatan III Ponpes Darul Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Rejang Lebong.
Indikator Keberhasilan Pesantren: Bukan Sekadar Nilai Akademik
Saefudin menyebut, lembaga pendidikan Islam itu tidak hanya bertugas mencetak generasi yang cerdas secara intelektual. Lebih dari itu, pesantren harus mampu melahirkan pribadi yang memiliki akhlakul karimah sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
"Pondok pesantren itu merupakan penjaga, fondasi, benteng moral, dan akhlak generasi bangsa," ujarnya di Rejang Lebong, Minggu.
Peran Ganda: Menjaga Tradisi dan Membangun Karakter Bangsa
Menurut Saefudin, keberadaan pesantren juga berfungsi menjaga tradisi keilmuan Islam yang moderat dan rahmatan lil alamin. Ia memberikan apresiasi kepada Ponpes Darul Ma’arif yang dinilai telah berkontribusi nyata dalam mencetak generasi dengan pemahaman keagamaan baik serta komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.
"Saya mendukung penuh upaya pengembangan pondok pesantren yang berbasis NU ini supaya lebih maju lagi. Kami akan dukung agar pesantren semakin maju, berkualitas, dan mampu melahirkan generasi yang unggul serta berakhlakul karimah," tegasnya.
Santri Didorong Lanjut ke Jenjang Lebih Tinggi
Kepala Kemenag Rejang Lebong, Rahman Umar, berharap para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia juga berpesan agar nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan selama di pesantren tetap dijaga.
"Ilmu yang telah diperoleh selama belajar di pesantren hendaknya terus diamalkan dan dikembangkan, kemudian menjaga hafalan, akhlak, serta semangat belajar sepanjang hayat," katanya.