BENGKULU — Insiden kekerasan yang menimpa Karina Ranau terjadi sebelum jam operasional warung dibuka. Pelaku yang datang saat itu diminta memindahkan motornya yang parkir di depan ruko milik tetangga. Teguran yang disampaikan secara lisan itu justru memicu reaksi agresif dari pria tersebut.
Kronologi Teguran hingga Dorongan Keras
Karina menuturkan, ia memanggil pria itu dengan sopan dan meminta motor dipindahkan. "Saya panggil, 'Bapak, motornya bisa dipindahin dulu di sana ya Pak? Soalnya enggak enak,'" ujarnya saat ditemui di Kalibata, belum lama ini.
Permintaan itu dijawab singkat oleh pelaku dengan kata "bentar." Karina kemudian mengulangi permintaannya. "Sebentar aja Pak, tolong Pak pindahin di sana Pak, hargain saya," katanya menirukan percakapan. Pelaku justru marah dan menjawab, "Entar dulu kenapa sih, ngegas amat!"
Tak lama setelah itu, pria tersebut mendekati Karina dan mendorong tubuhnya dengan keras hingga ia terjatuh ke jalan. "Ternyata dia enggak mukul, dia mendorong. Dan mendorongnya kencang banget," kata Karina.
Dampak Fisik dan Langkah Hukum
Akibat dorongan tersebut, Karina mengalami luka di beberapa bagian tubuh. Ia mengaku tidak menyangka teguran soal parkir bisa berujung pada tindakan fisik. "Emosi yang dia bawa dari sana ke sini, saya didorong posisinya di sini, kencang banget sampai jatuh ke sana (jalan)," ujarnya.
Pihak keluarga disebut telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat. Laporan resmi tengah disiapkan untuk memproses dugaan tindak kekerasan yang dialami Karina. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Jakarta Selatan terkait penanganan kasus tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik kecil di ruang publik bisa bereskalasi menjadi kekerasan fisik. Karina berharap kejadian serupa tidak menimpa warga lain yang hanya ingin menegur dengan cara baik.